BRMP Buah Tropika Perkuat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Pasaman
Pasaman, 19 Juni 2026 – Dalam upaya mendukung percepatan program swasembada pangan berkelanjutan, Tim BRMP Buah Tropika melaksanakan kegiatan koordinasi, monitoring, dan kunjungan lapangan di Kabupaten Pasaman pada 18–19 Juni 2026.
Pada hari pertama, tim BRMP Buah Tropika yang diwakili oleh Yosi Zendra Joni, Ph.D melakukan monitoring ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lubuk Sikaping bersama Katimker Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Pasaman, Febri Iswandi, SP. Kegiatan ini membahas perkembangan berbagai program prioritas pertanian tahun 2026, di antaranya Luas Tambah Tanam (LTT), Optimalisasi Lahan (Oplah), pengembangan padi gogo, Brigade Pangan (BP), serta penyaluran pupuk bersubsidi.
Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran capaian program di lapangan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, serta merumuskan langkah percepatan guna mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Pasaman.
Kegiatan dilanjutkan pada 19 Juni 2026 melalui koordinasi LTT Padi Reguler di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Pertemuan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kab, Pasaman, Gunawan S.Pd, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Efri Yanto, S.Pt, Kasi Perbenihan dan Perlindungan TPH, Welflon Riyanus, S.Pt, serta staf bidang terkait. Dalam pertemuan tersebut dibahas target LTT Padi Reguler Kabupaten Pasaman Tahun 2026 seluas 37.902 ha, strategi percepatan pencapaiannya, serta rencana pelaksanaan bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Usai koordinasi, tim melakukan kunjungan lapangan ke lokasi LTT Reguler dan Oplah di Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping. Di Kelompok Tani Aia Dadok seluas sekitar 33 ha, petani telah memulai penanaman varietas lokal Bonjo Aluih yang diperkirakan akan memasuki masa panen pada awal Oktober 2026. Sementara itu, di Kelompok Tani Usaha Mulya seluas sekitar 22 ha, penanaman direncanakan dimulai pada awal Juli 2026.
Selain memantau perkembangan pertanaman, tim juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang berpotensi memengaruhi pencapaian target tanam dan produksi padi. Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian adalah menurunnya debit air irigasi akibat sebagian sumber air dimanfaatkan untuk kebutuhan PDAM, sehingga berpotensi mengganggu jadwal tanam petani. Di samping itu, petani juga menghadapi serangan hama tikus yang cukup masif di beberapa areal persawahan, yang berisiko menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian hasil panen apabila tidak segera ditangani secara terpadu.
Kondisi tersebut memerlukan penguatan koordinasi antarinstansi serta penerapan langkah-langkah pengendalian yang efektif, baik dalam pengelolaan sumber daya air maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), agar produktivitas lahan tetap terjaga dan target produksi dapat tercapai.
Melalui kegiatan monitoring, koordinasi, dan pendampingan lapangan ini, BRMP Buah Tropika terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan produksi padi, pencapaian target Luas Tambah Tanam, serta keberhasilan program swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman. (YZ)